Gereja Santo Paskalis

Paroki Cempaka Putih - Jakarta Pusat

Ordo Fratrum Minorum (OFM)

Santo Pelindung

Santo Paskalis Baylon

Santo Paskalis Baylon

Santo Paskalis Baylon (1540-1592) adalah seorang bruder awam Fransiskan dari Spanyol yang terkenal dengan devosi mendalam kepada Sakramen Mahakudus. Lahir dari keluarga miskin di Torre Hermosa, Aragon, ia menghabiskan masa mudanya sebagai penggembala domba sebelum memasuki Ordo Fratrum Minorum (Ordo Saudara-Saudara Dina), mengikuti jejak Santo Fransiskus dari Assisi.

Sebagai pengikut sejati Santo Fransiskus, Paskalis menghidupi semangat kemiskinan, kerendahan hati, dan kesederhanaan yang diajarkan oleh Serafik Assisi. Meskipun tidak pernah ditahbiskan sebagai imam, ia memiliki cinta yang luar biasa kepada Ekaristi. Sering kali ia menghabiskan berjam-jam berdoa di hadapan Sakramen Mahakudus, bahkan saat menjalankan tugas-tugas sederhana di biara.

Hidupnya mencerminkan nilai-nilai inti spiritualitas Fransiskan: hidup dalam kesederhanaan, pelayanan yang rendah hati, dan kasih yang mendalam kepada Kristus. Ia dikenal sebagai orang yang selalu gembira, penuh kasih kepada sesama, dan tidak pernah mengeluh meski menjalani kehidupan yang keras dan penuh pengorbanan.

Santo Paskalis wafat pada tanggal 17 Mei 1592, hari Minggu Pentakosta, saat lonceng Sanctus berbunyi menandakan perayaan Ekaristi. Ia dikanonisasi oleh Paus Alexander VIII pada tahun 1690 dan dinyatakan sebagai Patron bagi Kongres dan Perkumpulan Ekaristi oleh Paus Leo XIII pada tahun 1897.

Sejarah Gereja

Gereja Santo Paskalis, Cempaka Putih, berawal dari stasi Paroki Hati Kudus Kramat di Tanah Tinggi tahun 1946, yang melayani umat di kantin tentara Belanda. Paroki ini resmi berdiri pada 13 Mei 1952, kemudian pindah ke lokasi saat ini di Jl. Letjen Suprapto pada 17 Juni 1987 untuk menampung jemaat yang bertumbuh pesat.

1946-1952

Awal Mula

Pembinaan umat Katolik di wilayah Tanah Tinggi, Poncol, dipimpin oleh Pastor Paternus Nicholas Joannes Cornelius Geise, OFM. Misa pertama kali diadakan di kantin Algemeene Transporttroepen (ATT) di Jl. Petruk, melayani umat yang berada di sekitar kantin tentara Belanda.

1952

Pendirian Paroki

Gedung gereja sederhana pertama di Tanah Tinggi diresmikan pada 13 Mei 1952 oleh Vikaris Apostolik Jakarta, Mgr. Petrus Johannes Willekens, S.J. Paroki Santo Paskalis resmi berdiri sebagai paroki tersendiri, didedikasikan kepada Santo Paskalis Baylon, biarawan Fransiskan yang terkenal dengan devosinya kepada Sakramen Mahakudus.

1977-1978

Kapel Lourdes, Stasi Serdang

Dibangun untuk melayani umat di kawasan Serdang dan Cempaka Baru, memperluas jangkauan pelayanan pastoral paroki.

1987

Perpindahan Lokasi

Karena jumlah umat yang bertambah pesat, gedung baru dibangun di bekas pabrik es, Jalan Letjen Suprapto No. 23. Gedung baru ini diresmikan pada 17 Juni 1987 oleh Uskup Agung Jakarta, Mgr. Leo Soekoto, S.J. Lokasi baru yang lebih strategis dan luas memungkinkan paroki untuk menampung jemaat yang terus bertumbuh dan mengembangkan berbagai kegiatan pelayanan.

2008-2009

Renovasi Pertama

Renovasi besar pertama dilakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan fasilitas gereja agar lebih nyaman bagi umat.

2019

Renovasi Kedua

Renovasi lanjutan dilakukan untuk memperbarui fasilitas dan memperindah gedung gereja, memastikan kenyamanan umat dalam beribadah.

Masa Kini

Saat ini, Gereja Santo Paskalis melayani ribuan umat yang tersebar di wilayah Cempaka Putih dan sekitarnya, dengan berbagai kegiatan pelayanan yang didukung oleh Ordo Fransiskan (OFM). Paroki terus berkembang dalam semangat Santo Fransiskus dan Santo Paskalis, melayani umat dengan penuh kasih dan dedikasi, khususnya dalam perayaan Tahun Yubileum Santo Fransiskus 2026-2027.

Spiritualitas Fransiskan

Dengan pelindung Santo Paskalis Baylon yang terkenal dengan devosinya kepada Sakramen Mahakudus, paroki ini mengundang seluruh umat untuk mendalami cinta kepada Kristus dalam Ekaristi dan melayani sesama dengan rendah hati.